Pages

Rabu, 31 Maret 2010

Suzanna, si Ratu Horor




suzana

Jika di suatu malam jumat Anda berjalan di tempat yang sepi, Anda was-was akan bertemu dengan sundel bolong atau kuntilanak, Anda membayangkan mirip wajah siapa si sundel bolong atau kuntilanak itu? Kalau Anda membayangkan wajah Suzanna, mirip dengan apa yang saya banyangkan. Siapa yang tidak kenal dengan Suzanna, bintang film spesial horor di era 80an lalu.

Suzanna Martha Frederika van Osch populer dengan nama Suzanna adalah bintang film Indonesia yang berkecimpung di dunia layar perak sejak tahun 1950-an hingga 1990-an. Wanita bergelar “The Queen of Indonesian Horror” ini popular lewat film-film panas dan mistik seperti Bernapas dalam Lumpur (1970), film legendaris Beranak Dalam Kubur (1971), Pulau Cinta (1978), dan Ratu Ilmu Hitam (1981) dan lain-lain.

Karirnya berawal saat memenangkan kontes “Tiga Dara” dan diaudisi oleh Usmar Ismail. Gadis muda berjulukan The Next Indriati Iskak ini berhasil memukau penonton lewat Asrama Dara dan meraih banyak penghargaan, di antaranya The Best Child Actress (Festival Film Asia, Tokyo, 1960), dan Golden Harvest Award. Bungsu dari lima bersaudara yang berdarah Jerman-Belanda-Jawa-Manado ini juga meraih gelar Aktris Terpopuler se-Asia saat Festival Film Asia Pasifik di Seoul tahun 1972.

Sayangnya popularitas Suzanna justru diraih dari film-film panas dan mistik, seperti Bernafas Dalam Lumpur dan Bumi Makin Panas serta Pulau Cinta (1978) dan Ratu Ilmu Hitam (1981) yang membuatnya menjadi nominator FFI untuk Pemeran Utama Wanita Terbaik. Suzanna berhenti bermain film di awal tahun 1990-an. Di tahun 2003, di usianya yang menginjak 61 tahun Suzanna berbinar lagi di sinetron Selma dan Ular Siluman yang ditayangkan Indosiar.

Anda suka melihat film-film Suzanna yang lain seperti seri Kuntilanak, Nyi Blorong atau Ratu Kidul?

0 komentar:

Poskan Komentar